Masalah mental illness tidak pernah se- simple itu untuk saya. Banyak orang yang mengira hanya dengan ucapan “semangat ya” dan “jangan lupa bersyukur” maka kesehatan mental seseorang akan kembali seperti semula. Nyatanya tidak demikian. Ketika seseorang sedang sedih atau sedang mengalami musibah, tak jarang saya temui kalimat “saya tau rasanya jadi kamu”. Salah. Kalian tidak pernah tau rasanya jadi dia. Even kalian punya masalah yang sama dengannya, kalian tidak tau rasanya, karena faktanya, kalian dan dia adalah orang yang berbeda. Setiap orang punya kadar rasa sakitnya masing-masing. Sama seperti sedang sakit raga, ada yang pingsan, ada yang masih bisa beraktivitas seperti biasa, ada yang pucat, dan sebagainya. Ada yang bilang suntik itu hanya seperti digigit semut, tetapi ada yang sampai pingsan hanya dengan melihat jarum suntik. Lagi-lagi, kalian tidak pernah tau rasanya jadi dia. Seberapa besar beban yang dia tanggung. Ketika kalian mengutarakan bercandaan yang bagi si dia jus...